Pantai : Mengapa kau laut mendatangiku tanpa jemu, setiap detik tanpa lewat ?
Laut : Itulah lumrahku.
Pantai : Apakah suatu hari nanti kau akan berhenti dari mendatangiku ?
Laut : Telah ditakdirkan Ilahi akan tugasku, mana mungkin aku mampu engkar melainkan atas arahanNya…
Pantai : Terkadang, kau datang lembut namun terkadang datang mu keras sekali, mengapa begitu ?
Laut : Tanyalah pada angin, dialah yang membuat aku begitu. Gusar aku kiranya angin menbuatkan aku begitu keras. Maafkan aku Pantai kiranya datangnya aku membuat kau resah. Pantai, aku ingin bertanya, mengapa tiap kali aku datang padamu, kau berubah ? Tidak pernah serupa walaupun sekali ?
Pantai : Percayalah, aku juga ingin seperti mu, kekal begitu, dari dulu hingga kini. Namun itulah takdirku. Sekali air berubah, sekali pantai berubah.
Laut : Tapi tahukah kau, yang kita takkan dapat dipisahkan, bagaikan pantai dengan lautnya ?
Pantai : Aku tahu, namun aku tidak akan kekal sama, pasti berubah. Yang pasti, aku akan terus menunggu mu dengan setia.
Laut : Setakat ini dulu Pantai, aku akan datang lagi. Menziarahi mu.. Selamat Tinggal.
Pantai : Terima kasih Laut, aku akan terus menunggu mu meski pun aku akan selalu berubah…

0 comments:
Post a Comment